Sabtu, 24 Desember 2011

KOMNAS HAM CARI FAKTA KEKERASAN DI BIMA

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan mencari fakta dugaan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terkait aksi pendudukan jembatan penyeberangan feri di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, pemerintah daerah dan Polda NTB seharusnya tetap menekankan dialog.

Komnas HAM sejak awal telah meminta pemerintah daerah untuk mencari penyelesaian kasus penolakan tambang emas yang menjadi pemicu pendudukan jembatan tersebut. "Kasus kekerasan di Bima itu bukan yang pertama terjadi. Kasus penembakan juga pernah terjadi pada April 2011," kata Ifdha(KF-vey/3/kompas)

Jumat, 23 Desember 2011

PENCUCIAN UANG KEHUTANAN, PNS PALING BERESIKO

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan wiraswasta sebagai profil dominan atau risiko tinggi dalam melakukan tindak pidana pencucian uang dengan harta kekayaan yang berasal dari dan terkait tindak pidana kehutanan.

Profil risiko kedua profesi tersebut sebesar 26,6 % yang diketahui dari Hasil Analisis Proaktif tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan profesi lain di bidang kehutanan. Metode transaksi pencucian uang pilihan utama yang dilakukan para pelaku adalah penggunaan transfer antar rekening sebesar 41 %. Metode lain adalah pencucian uang melaui setoran dan penarikan tunai sebesar 38,5 %, dan penggunaan travel cheque sebesar 10,3 %. (KF-vey/17/viva)

Senin, 19 Desember 2011

Din Syamsuddin: Berhentilah Berdusta!

Bangsa Indonesia merupakan bangsa
yang besar, semua potensi dunia ada.
Sayangnya bangsa ini tidak dikelola
dengan benar, sehingga seluruh potensi
itu tenggelam tidak menyejahterakan
rakyat. Alih-alih mengelola bangsa,
justru yang terjadi adalah kedustaan-kedustaan yang dilakukan terus menerus.

"Karena kedustaan yang selalu ditonjolkan,
maka pemerintah dan pemimpin kita tidak
menyelesaian masalah. Tetapi justru
mengeksploitasi alam kita," Akibatnya, yang
terjadi adalah eksploitasi kekayaan alam,
penjualan potensi kepada pihak-pihak asing.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP
Muhammadiyah, Din Syamsudin.


18 KONTAINER LAPTOP UNTUK GURU SE KUTAI KARTANEGARA

Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) menyerahkan 13.098 unit laptop kepada guru se-Kukar. Penyerahan secara simbolis digelar Selasa (20/12) di Pendopo Bupati Kukar. Pemberian laptop kepada para guru ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan kualitas guru di Kukar. Laptop yang didatangkan dari Jakarta ini berjumlah 13.200 unit.

Laptop didatangkan langsung dari Jakarta menggunakan kapal. Kasi Pembangunan Disdik Kukar, Jaka Rahayu mengatakan, belasan ribu laptop ini didatangkan secara bertahap. Selanjutnya, laptop ini diangkut menggunakan 18 kontainer. "Jumlah laptop sengaja dilebihkan untuk cadangan apabila terdapat laptop yang rusak atau cacat," tuturnya. (kompas)

Bottom Right

Followers

Left

free counters

Bottom Left


ShoutMix chat widget

New Templates

Label

Arsip Blog